Beranda > Anak > Kebiasaan Sederhana untuk Melatih si Kecil Lancar Berbicara

Kebiasaan Sederhana untuk Melatih si Kecil Lancar Berbicara

Kerinduan seorang Ayah dan Ibu adalah dapat melihat anaknya tumbuh kembang. Kapan anak nya bisa merangkak, bisa duduk dan bicara, bisa berdiri dan kapan waktunya dia bisa berjalan. Sungguh hal seperti itu adalah yang paling membahagiakan yang akan atau sudah anda alami.

Mengenai bisa bicaranya seorang Anak, ada beberapa anak yang cepat berbicara lancar, ada anak yang kurang lancar dan bahkan ada anak yang susah sekali untuk berbicara. Mengapa bisa demikian?

Berikut tips yang bisa dilakukan sebagai seorang Ibu/Mama untuk membantu si kecil pandai berbicara :

1. Ajak si kecil berbicara sejak dini.

Contoh : saat mandi, ajaklah dia berbincang bincang ’aduuuh segarnya….hangat ya airnya…..basahi rambut dulu sayang, basahi badan lalu pakai sabun biar bersih.’

Memang terlihat aneh, karena anda seperti sedang berbicara sendiri tetapi itu perlu anda lakukan untuk merangsang respon si bayi.

2. Gunakan bahasa bayi.

Dalam berinteraksi dengan si kecil gunakan bahasa yang sederhana, agar dia dapat dengan mudah memahami maksud anda.

3. Berusahalah menyimak perkataan bayi.

Meskipun anda tidak mengerti artinya, berusahalah untuk menyimak apa yang dia katakan. Dengarkan dan berikan respon positif kepadanya, itu membuat bayi anda merasa gembira karena anda mau berinteraksi dengan nya.

4. Katakan perkataan yang benar, jangan cadel.

Banyak Orang tua/Ibu yang keliru ketika berbicara dengan si bayi menggunakan bahasa yang cadel.

Contoh : ”cayaang….ayo minum cucu nya”

Bayi anda akan menangkap & meniru apa yang anda contohkan, saat dia sudah bisa berbicara dia akan mengatakan ”ma….minta cucu”

Pengalaman salah satu ibu : anak saya yang pertama, usia 1,5 taon sudah bisa mengatakan ’susu’ dengan jelas , di usia 3 taon bisa mengucapkan kata ”R” dengan jelas seperti ’kereta, mobil besar’ dsb.

5. Bila anak anda salah mengatakan sesuatu, jangan mengulagi yang salah, melainkan langsung mengatakan yang benar.

Contoh: “ma… itu bebendela”(bendera maksudnya). Anda jangan mengatakan: “Bukan bebendela tapi bendera”. Ini kurang tepat, tidak usah diulang, tapi langsung dibenarkan: “Ooo itu bendera”.

Dikutip dari papadanmama dot com-kebiasaan sederhana agar si kecil lancar berbicara

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: